Bingung Menentukan Harga Produk? Simak Tips Berikut!

Menentukan harga produk merupakan salah satu hal penting dalam berbisnis. Harga jual yang tepat akan membuat keuntungan bisnis online kamu meningkat sekaligus juga membuat pelanggan merasa puas. Pada dasarnya, ada tiga metode menentukan harga jual suatu produk.

Menentukan Harga Berdasar Biaya (Cost-based Pricing)

Metode ini menentukan harga berdasar biaya yang sudah kamu keluarkan untuk suatu produk ditambah keuntungan yang kamu inginkan. Biaya ini termasuk bahan-bahan dan biaya operasional bisnis lainnya seperti listrik, gaji karyawan, transportasi, biaya promosi atau iklan, dan sebagainya. Ini artinya kamu harus benar-benar paham berapa banyak biaya produksi yang kamu habiskan.

Setelah kamu menghitung jumlah biaya produksi yang dikeluarkan, jumlah ini ditambahkan dengan berapa persen keuntungan yang ingin kamu dapatkan dari jualan online.

Contoh:

Kamu ingin menjual aksesoris anak. Dalam proses pembuatan 10 aksesoris, kamu membutuhkan 100 ribu untuk bahan-bahan, dan 50 ribu untuk biaya operasional. Maka biaya produksi yang kamu keluarkan adalah sebesar 150 ribu rupiah. Jika kamu menginginkan keuntungan sebesar 20%, maka cara menentukan harga jual produk kamu adalah:

150.000 + (20% x 150.000) = 180.000 per 10 produk

Jadi, harga jual per produk adalah 180.000 : 10 = 18.000

Jika kamu membeli barang jadi kepada supplier, kamu tinggal menambahkan harga beli dengan keuntungan yang kamu inginkan (harga mark up). Kamu juga bisa memasukkan biaya operasional yang kamu keluarkan dari mark up ini.

Contoh:

Kamu membeli sepuluh kaos dengan harga 500 ribu, untuk membeli kaos ini, kamu mengeluarkan ongkos transportasi sebanyak 20 ribu. Di sini, modal yang sudah kamu keluarkan yaitu sebesar 520 ribu. Jika kamu menginginkan keuntungan sebesar 100 ribu, maka harga per kaos adalah:

(520.000 + 100.000) : 10 =62.000

Kekurangan dari metode ini yaitu tidak mempertimbangan permintaan dari pelanggan dan kompetisi harga di pasar. Padahal kedua faktor ini juga penting dalam memengaruhi harga produk.

Menentukan Harga Berdasar Kompetisi (Competition-based Pricing)

Strategi lainnya dalam menentukan harga produk yaitu dengan melihat kompetisi harga di pasar. Dengan mengetahui harga dari para pesaing, kamu setidaknya sudah memiliki patokan harga. Ini bukan berarti kamu harus memberikan harga yang sama seperti harga yang ditawarkan pesaing. Jika produk kamu lebih berkualitas, memiliki kemasan yang menarik dan berguna (misalnya menggunakan tote bag sebagai pengemas barang jualan kamu), atau website toko online kamu mudah diakses dan memebri banyak kemudahan pada pelanggan, kamu pantas menetapkan harga jual sendiri yang lebih tinggi.

Kekurangan dari metode ini, kamu akan mengabaikan biaya produksi jika terlalu fokus dengan harga yang ditetapkan pesaing. Kamu juga akan menghabiskan banyak waktu untuk melakukan riset pasar.

Menentukan Harga Berdasar Pelanggan (Customer-based Pricing)

Dalam metode ini, harga produk yang ditentukan adalah berdasar pada persepsi pelanggan terhadap produk kamu. Untuk melakukan metode ini, kamu perlu melakukan survei pelanggan. Kamu bisa melakukan wawancara atau memberi kuisioner dengan pertanyaan-pertanyaan seperti:

  • Apakah pelanggan berasumsi bahwa harga menggambarkan kualitas produk?
  • Apakah pelanggan merasa uang yang dihabiskan sepadan nilai yang diterima?
  • Apakah pelanggan lebih mementingkan prestise dibanding harga?

Survei ini bisa membantu kamu menentukan harga produk yang kamu jual.

Kekurangan dari metode ini adalah kamu akan mengabaikan biaya produksi juga kompetisi harga jika terlalu fokus pada pelanggan.

Ketiga cara di atas memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kamu bisa menyesuaikan mana yang tepat untuk bisnis online kamu. Kamu juga bisa mengombinasikan ketiganya sehingga kamu tetap mendapat laba yang sepadan dan pelanggan pun senang.